Kenali Lebih Dekat Tentang Aneurisma Otak - Brain Aneurysm
27/August/2021
image
Aneurisma otak merupakan tonjolan atau balon yang terdapat pada pembuluh darah di otak. Seringkali tonjolan ini terlihat seperti buah beri yang tergantung pada batang di otak Anda. Aneurisma otak dapat bocor atau pecah, menyebabkan pendarahan ke otak (stroke hemoragik). Aneurisma otak pecah paling sering ditemukan dalam ruang antara otak dan jaringan tipis yang menutupi otak. Jenis stroke hemoragik ini disebut perdarahan subarachnoid.
 
Aneurisma yang pecah dengan cepat menjadi mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan medis sesegera mungkin. Namun, sebagian besar aneurisma otak tidak pecah, menimbulkan masalah kesehatan, atau menimbulkan gejala. Aneurisma seperti itu sering terdeteksi selama tes untuk kondisi lain.
 
Perawatan untuk aneurisma otak yang tidak pecah mungkin tepat dalam beberapa kasus dan dapat mencegah pecahnya di masa depan. Bicaralah dengan dokter secara langsung untuk memastikan Anda memahami pilihan terbaik untuk kebutuhan spesifik dari perawatan aneurisma yang diperlukan.
 
Seberapa Umumkah Terjadinya Aneurisma Otak?
 
Hampir 6% penduduk Amerika Serikat memiliki aneurisma di otak mereka yang tidak berdarah (disebut aneurisma yang tidak pecah). Aneurisma otak yang pecah ini memang jarang terjadi. Aneurisma otak yang pecah ini hanya terjadi pada sekitar 30.000 orang Amerika per tahunnya.
 
Siapa Saja Yang Berpotensi Menderita Aneurisma Otak?
 
Anda lebih mungkin terkena penyakit aneurisma otak jika Anda:
 
  • Perempuan
  • Berusia 40 hingga 60 tahun
  • Memiliki riwayat keluarga dengan aneurisma
  • Memiliki kelainan pembuluh darah langka seperti diseksi arteri, displasia fibromuscular atau arteritis cerebral
  • Memiliki kelainan genetik yang mempengaruhi jaringan ikat seperti sindrom Ehlers-Danlos, sindrom Marfan, neurofibromatosis type 1 atau sindrom Loeys-Dietz.
  • Memiliki penyakit ginjal polikistik
  • Terlahir dengan aneurisma otak sebagai cacat lahir.

Apakah Aneurisma Otak Terjadi Turun Temurun?
 
Di antara kerabat di tingkat terdekat, jika satu anggota memiliki aneurisma serebral, sebaiknya anggota keluarga lain -  anak-anak atau saudara kandung, diperiksa setelah berdiskusi dengan dokter perawatan utama Anda. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan dengan pemindaian magnetic resonance imaging (MRI).
 
Studi menunjukkan bahwa tingkat keterhubungan dapat bervariasi antara 10% dan 20%. Tetapi seluruh penelitian telah menunjukkan bahwa dokter menemukan bahwa keterhubungan darah (relatif) antara pasien aneurisma dengan keluarga terdekat dapat mengakibatkan aneurisma juga pada anggota tersebut. Risiko ini menjadi lebih mungkin jika Anda atau anggota keluarga memiliki faktor risiko lain dari munculnya aneurisma serebral.
 
Apa Saja Penyebab Dari Terjadinya Aneurisma Otak?
 
Hingga saat ini, masih belum jelas mengapa aneurisma otak dapat terbentuk. Para peneliti cukup yakin bahwa beberapa faktor di bawah ini dapat mendukung terjadinya iritasi dan melemahkan pembuluh darah:
 
  • Merokok
  • Infeksi darah
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Penggunaan amfetamin 
  • Cedera otak traumatis (sering disebabkan oleh kecelakaan mobil)
  • Aterosklerosis (penumpukan lemak di dinding pembuluh darah).

Gejala Apa Saja Yang Dapat Dirasakan Ketika Mengalami Aneurisma Otak?
 
Aneurisma Yang Pecah (Ruptured Aneurysm)
 
Sakit kepala parah yang tiba-tiba merupakan gejala utama dari aneurisma yang pecah. Sakit kepala ini sering digambarkan sebagai "sakit kepala terburuk" yang pernah dialami. Tanda dan gejala umum dari aneurisma yang pecah meliputi:
 
  • Tiba-tiba, sakit kepala yang sangat parah
  • Mual dan muntah
  • Leher kaku
  • Penglihatan kabur atau ganda
  • Kepekaan terhadap cahaya
  • Kejang
  • Kelopak mata terkulai
  • Hilang kesadaran
  • Kebingungan.

Aneurisma Yang Tidak Pecah (Unruptured Aneurysm)
 
Aneurisma otak yang tidak pecah mungkin tidak menimbulkan gejala, terutama jika ukurannya kecil. Namun, aneurisma tidak pecah yang lebih besar dapat menekan jaringan otak dan saraf dan mungkin menyebabkan:
  • Nyeri di atas dan di belakang satu mata
  • Pupil melebar
  • Perubahan penglihatan atau penglihatan ganda
  • Mati rasa di satu sisi wajah.

Aneurisma Yang "Bocor" (Leaking Aneurysm)
 
Dalam beberapa kasus, aneurisma dapat mengeluarkan sedikit darah. Kebocoran (pendarahan sentinel) ini hanya dapat menyebabkan:
 
  • Sakit kepala yang sangat parah secara tiba-tiba
  • Pecahan yang lebih parah sering terjadi setelah kebocoran.
 
Kapan Aneurisma Otak Dapat Terbentuk & Berkembang?
 
Aneurisma otak dapat terbentuk pada orang muda di usia 30, atau yang lebih jarang pada usia lebih awal, tetapi yang lebih mungkin terjadi adalah setelah berusia usia 40 tahun.
 
Apa Saja Hal Yang Menyebabkan Aneurisma Otak Berdarah?
 
Para peneliti belum menemukan secara pasti apa yang menyebabkan aneurisma bocor atau pecah, yang menyebabkan pendarahan di dalam atau di area sekitar otak. Tetapi, apa pun yang meningkatkan tekanan darah Anda tentunya dapat mengacu pada hal ini dan berbahaya. Tekanan darah yang lebih tinggi membuat darah terdorong lebih keras ke dinding pembuluh darah. Hal-hal yang dapat meningkatkan tekanan darah antara lain:
 
  • Stres yang berkelanjutan, ledakan kemarahan yang tiba-tiba atau emosi kuat lainnya.
  • Bekerja keras untuk mengangkat, membawa atau mendorong sesuatu yang berat seperti beban atau furnitur.
  • Tekanan darah tinggi yang tidak diobati secara tepat dengan obat-obatan.

Bagaimana Cara Mendeteksi Terjadinya Aneurisma Otak?
 
Untuk mengetahui apakah Anda memiliki aneurisma otak, dokter Anda dapat merekomendasikan tes pencitraan (imaging test). Beberapa tes dibawah ini dapat menunjukkan ukuran, bentuk dan lokasi dari aneurisma otak:
 
  • MRI (pencitraan resonansi magnetik)
  • CT (computed tomography)
  • Angiogram serebral diagnostik
  • MRA (angiografi resonansi magnetik)
  • CTA (computed tomography angiography).

Terkadang, aneurisma yang pecah dapat tidak terlihat pada tes pencitraan awal. Jika gejala Anda mengarah ke aneurisma yang dapat pecah (ruptured aneurysm), dokter Anda mungkin akan memberikan lumbar puncture (spinal tap). Tes ini menunjukkan apakah ada darah dalam cairan yang mengelilingi otak Anda.
 
Perawatan Untuk Aneurisma Otak
 
Siapa Saja Yang Harus Mendapatkan Pengobatan Untuk Aneurisma Otak?
 
Aneurisma otak yang bocor atau pecah memerlukan operasi darurat. Tetapi Anda mungkin hanya mengetahui tentang aneurisma otak ketika Anda menjalani tes pencitraan untuk kondisi yang tidak terkait.
 
Jika Anda memiliki aneurisma otak kecil yang tidak menyebabkan gejala, dan Anda tidak memiliki faktor risiko lain yang relevan, dokter Anda mungkin menyarankan untuk tidak mengobatinya. Sebagai gantinya, penyedia Anda akan memesan tes pencitraan reguler untuk melihat perubahan atau pertumbuhan apa pun dari waktu ke waktu. Mereka juga akan merekomendasikan Anda untuk berhenti merokok (jika Anda seorang perokok) dan mengharuskan agar kontrol tekanan darah Anda senantiasa terkendali. Anda harus segera mendapatkan bantuan jika mengalami gejala, atau perubahan/pertumbuhan aneurisma yang terjadi pada tes pencitraan lanjutan.
 
Jika Anda memiliki gejala, faktor risiko positif, atau aneurisma yang membesar, Anda dan dokter Anda dapat mendiskusikan manfaat, risiko, dan alternatif perawatan bedah atau endovaskular. Keputusan ini tergantung pada beberapa faktor, termasuk namun tidak terbatas pada:
 
  • Usia
  • Kesehatan secara keseluruhan dan kondisi medis Anda
  • Lokasi aneurisma, ukuran dan karakteristik lainnya
  • Anatomi pembuluh darah
  • Riwayat keluarga
  • Risiko pendarahan otak (ruptur).

Bagaimana Cara Mengobati Aneurisma Otak?
 
Pembedahan atau terapi endovaskular merupakan pengobatan untuk aneurisma otak, baik yang pecah maupun yang tidak pecah.
 
Kliping Bedah (Mikrovaskular) Terbuka
 
Selama prosedur ini, dokter bedah Anda memotong lubang kecil di tengkorak untuk mengakses aneurisma. Dengan menggunakan mikroskop dan instrumen kecil, dokter bedah akan menempelkan klip logam kecil di dasar aneurisma untuk menjepitnya. Klip ini menghalangi darah untuk mengalir ke aneurisma. Operasi dapat menghentikan pendarahan otak atau menjaga aneurisma utuh agar tidak pecah. 
 
Waktu pemulihan setiap pasien dapat berbeda untuk aneurisma yang pecah (beberapa minggu hingga beberapa bulan) dan tidak pecah (biasanya dua hingga empat minggu). Prosedur ini dianggap tahan lama dengan tingkat kambuh yang cukup rendah.
 
Terapi Endovaskular (Embolisasi koil, stenting, remodeling balon, pengalihan aliran, perangkat web intraluminal)
 
Untuk prosedur ini, dokter bedah tidak perlu membuat lubang di tengkorak Anda. Sebagai gantinya, dokter memasukkan kateter (tabung fleksibel) ke dalam pembuluh darah, biasanya dari pangkal paha atau pergelangan tangan, dan memasangnya ke otak Anda.

Melalui kateter, dokter Anda menempatkan bola kabel (terlihat seperti bola benang kecil), paling sering terbuat dari platinum, pada aneurisma, kadang-kadang dengan bantuan stent kecil atau balon. Baru-baru ini perangkat kecil lainnya (disebut Web), yang terlihat seperti bola jala, terbuat dari titanium nikel, juga tersedia, dan bekerja dengan cara yang sama seperti kumparan.

Kedua metode ini menghasilkan pembentukan bekuan darah di sekitar area aneurisma dan di dalam bola kawat atau perangkat web, yang menghalangi aliran darah , mengurangi atau menghilangkan resiko pecah dari aneurisma.

Teknik lain, yang disebut ’pengalihan aliran’ juga melibatkan pemasangan kateter ke pembuluh darah dari pangkal paha atau pergelangan tangan menuju otak. Setelah itu, dokter bedah akan menggunakan kateter untuk menempatkan tabung mesh di bagian pembuluh darah yang mengandung aneurisma. Jala tersebut akan mendorong atau mengalihkan darah yang mengalir hingga tidak menuju ke aneurisma.

Dokter juga akan merekomendasikan pilihan pengobatan terbaik kepada Anda berdasarkan penyesuaian dengan anatomi vaskular, ukuran serta lokasi aneurisma, dan beberapa karakteristik dari tubuh Anda lainnya.

Sama seperti dengan operasi terbuka, waktu pemulihan dapat berkisar antara beberapa minggu hingga bulan untuk aneurisma yang pecah. Namun, pemulihan yang jauh lebih singkat, hanya beberapa hari, dapat diharapkan untuk aneurisma yang tidak pecah yang diobati dengan terapi endovaskular. Hal ini bergantung pada metode endovaskular spesifik, yang mungkin memiliki risiko rendah akan kambuhnya aneurisma.
 
 
 
 
Berikut adalah beberapa informasi lebih mendalam yang dapat kami berikan dalam mengenal lebih dekat tentang Aneurisma Otak. Jika Anda sedang mencari dokter ahli bedah saraf yang Anda percaya dan sudah memiliki pengalaman dan jam terbang yang tinggi dalam menangani pasien bedah saraf seperti Aneurisma otak, dokterjoy.id dapat menjadi solusi Anda.
 
Mardjono Tjahjadi, Sp.BS, PhD atau lebih dikenal sebagai ‘dokter Joy’ merupakan Dokter Spesialis Bedah Saraf yang memiliki pengalaman dan jam terbang tinggi dalam melakukan operasi otak terutama kasus tumor otak, perdarahan dan penyumbatan otak pada stroke, aneurisma otak, varises (AVM) otak, trigeminal neuralgia serta berbagai ratusan kasus lainnya. dokterjoy.id merupakan tempat yang tepat dimana Anda bisa mendapatkan layanan konsultasi & penanganan profesional dari dokter bedah saraf otak yang berpengalaman dan terpercaya di Jakarta, Indonesia.
 
 
 
 
 
STAY UPDATED
Subscriber to our newsletter